1. Jelaskan kaitan antara munculnya kaum humanis dengan perubahan politik kolonial Belanda di Indonesia!
Kaum humanisme pada dasarnya merupakan program balas budi dari pihak Belanda atas pengorbanan bangsa Indonesia yang telah dirampas kekayaannya oleh Belanda. Dengan adanya politik etis, rakyat Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Program tersebut telah melahirkan benih-benih kaum terpelajar yang kelak akan memelopori pergerakan kebangsaan Indonesia. Dari sinilah muncul kesadaran rakyat Indonesia, bahwa untuk mengusir penjajahan, mereka harus menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.
Perubahan dalam sistem politik juga terjadi dengan dikenalnya sistem pemerintahan baru. Pada masa kerajaan dikenal raja dan bupati, pada masa pemerintah Kolonial Barat dikenal sistem pemerintahan Gubernur Jenderal, Residen, Bupati, dan seterusnya. Para penguasa kerajaan menjadi kehilangan kekuasaannya digantikan oleh kekuasaan pemerintah Kolonial Barat.
2. Jelaskan bila politik kolonial liberal lebih menguntungkan pemerintah Belanda dari pada rakyat Indonesia!
Sistem tanam paksa berakhir tahun 1870 sejalan dengan lahirnya Undang-Undang Agraria yang membuka Jawa bagi perusahaan swasta. Sejak itu investasi swasta Barat berkembang pesat di Jawa, terutama ditanamkan dalam industri perkebunan. Dalam sistem baru, swasta yang memainkan kegiatan usaha sedangkan pemerintah hanya sebagai polisi dan penarik pajak. Sejak saat itu, pemerintah kolonial mulai menerapkan politik kolonial liberal di Indonesia yang berlangsung sekitar 30 tahun.
Pada tahun 1870, pemerintah Hindia Belanda membuka Indonesia bagi para pengusaha swasta asing untuk menanamkan modalnya, khusunya di bidang perkebunan. Akibat dari kebijakan UU Agraria tahun 1870 membuat banyak rakyat pribumi menderita dan sengsara karena hak tanah dan lahannya yang diambil paksa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar